Minggu, 10 Juni 2018

DI UJUNG WAKTU

Suara-suara merdu yang kudengar kini
Senantiasa memanggil dan mengagungkan Illahi
Yang selalu kurindu sepanjang hari
Kini kan pergi tinggalkan diriku ini

Perjalananmu sudah hampir usai
Darimu aku dapat introspeksi diri
Sadar akan salah dan khilaf yang pernah aku jalani selama ini
Hari ini
Kulangkahkan kaki menyusuri hamparan luas
Dengan peluh yang menetes kian deras
Agar perjalanan religiku tak lagi kandas

Tinggal sejengkal lagi kau akan pergi
Sementara diriku masih harus banyak mawas diri
Aku yakin, ku kan merindumu setiap hari
Ku kan selalu menunggumu di penghujung hari
Agar kesabaranku terlatih dan senantiasa mandiri
Tuk meraih ridloMu, wahai yang Maha Suci

Ya Allah
Jangan jadikan Ramadan ini, sebagai Ramadan terakhirku
Seandainya engkau berkehendak sebaliknya
Jadikanlah amalan ramadanku
Sebagai amalan yang Engkau rahmati
Bukan yang percuma dan sia-sia.
Aamiin

Malang, 100618

Selasa, 05 Juni 2018

RAMADANKU



Ketika adzan subuh berkumandang
Mulailah aku menahan diri
Terhadap apapun yang Allah larang
Tuk selalu lakukan perintah yang hakiki

Ramadan bulan yang suci
Kedatanganmu selalu  kunanti
Tuk lipat gandakan pahala
Lakukan ibadah dengan sepenuh jiwa raga
Untuk bekal kelak meraih keindahan surga

Ya Allah yang Maha Bijaksana
Aku sadar, aku belum mampu lakukan ibadah dengan sempurna
Kadang mulutku, tak bisa menahan ucapan dan kata-kata
Kadang mataku, masih suka melihat fenomena yang sebetulnya tak pantas kubuka
Tak hanya itu..
Telingakupun masih suka mendengarkan suara-suara yang kurang berguna

Ku ingin hapuskan semua noda dan dosa
Ku ingin buang semua egois yang menyesakkan dada
Ku ingin Kau basuh khilafku di bulan mulia
Hingga aku mampu, menyusuri putaran waktu dengan sempurna
Semoga Ramadhan ini
Mampu mentransformasi perilaku diri
Hingga mampu lakukan instropeksi
Tuk senantiasa harapkan ridho Illahi
Untuk bekalku nanti
Dalam  menapaki perjalanan panjang ini
Aamiin

Malang, 220518

Minggu, 01 April 2018

BUKAN ILUSI


Malam ini,
Saat gerimis nyaris tak henti
Kenangan indah, tak kan pernah kuingkari
Terpatri rapi dalam hati sanubari

Walau gelombang slalu menghadangku
Tak kan mampu pisahkanku dengan dirimu
Wahai kekasih hatiku
Janganlah engkau ragu

Cintaku suci, tak kan pernah terbagi
Hanya untuk kamu, tak ada yang lain lagi
Hanya satu keinginanku
Bersama, berdua arungi samudra biru

Kita berikrar dan berjanji
Laksana sebuah fungsi yang berkorespondensi
Merajut harap tuk ciptakan harmoni
Bersama syair melodi cinta sejati


Jumat, 23 Maret 2018

KARYAKU

Jum'at, 23 Maret 2018 saya mendapat pesan melalui telegram dari teman anggota MN untuk membuatkan sebuah puisi yang akan dibacakan saat acara perpisahan Bapak KS esok harinya. Lama sudah aku tak menulis, kembali aku peras kemampuanku untuk merangkai kalimat. Tak mulus aku menulis, sesekali aku delete kalimat yang tak puitis, dan aku ganti dengan kalimat baru yang menurutku lebih menghipnotis. Baris demi baris aku selesaikan..hingga menjadi sebait. Tetap aku biarkan jemari tanganku menambah rangkaian bait² puisi hingga terciptalah satu puisi.
Alhamdulillah, hampir dini hari puisi itu selesai



AKHIRNYA PISAHKAN KAMI

Tiada terasa waktu begitu cepat kita jalani
Melintas menyusuri lukisan geometri
Tanpa kami sadari
Sampai jualah di pengunjung hari
Nostalgia indah, hiasi perjalanan kami
Bagai mimpi yang tak kan mungkin tercipta lagi

Ketika air mata kami tak lagi terurai
Bukan berarti kami ikhlas dan senang hati
Namun,
Tak bisa bohongi.. bahwa di lubuk hati kami
Sesungguhnya, ada Isak tangis yang tertahan
Sesakkan dada kami, hingga tak ada kata yang mampu kami ucapkan

Kami harus pahami
Bahwa di dunia ini tak ada yang abadi
Kau limpahkan cinta suci, yang tak pernah bisa terbagi
Kau persembahkan kasih tulus, yang tak kan pernah minus
Kau ajarkan kami, tuk merefleksi diri
Kau teladani tuk mendilatasi kebaikan pribadi kami

Ibarat sebuah perjalanan
Satu persatu langkah pasti kan kita lanjutkan
Tuk gapai asa dan harapan
Agar tercapai titik puncak kesuksesan

Selamat berpisah bapak tercinta
Selamat mengabdi di jalan yang berbeda
Doa kami senantiasa mengiringi setiap perjuangan Bapak
Kami juga mohon doa, untuk keberhasilan pendidikan kita
Semoga..
Waktu tak kan membuat kita lupa
Bahwa kita pernah menjadi sebuah keluarga
Bahwa kita pernah punya cerita
Bersama-sama membesarkan sekolah kita tercinta
Bersama-sama mencetak, lahirkan generasi penerus bangsa

Malang, 23 Maret 2018

Minggu, 03 Desember 2017

AKTIFITASKU


Hari ini banyak sekali yang aku harus selesaikan di sekolah. Sebagai panitia PAS, saya berupaya untuk datang lebih pagi dari pengawas. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Di sela2 waktu luang ku kugunakan untuk mengisi form evaluasi pemanfaatan Dana BOS, karena besok pagi ada MoNev dari propinsi. Jam 14.30 saya dan team selesai mengisi form.persis seperti anak ujian, ada 111 pertanyaan yang harus dijawab.
Selesai berbenah, aku segera pulang, aku terjang derasnya hujan, sambil sesekali kukurangi speed motorku. Sampai di rumah kubuka HP ku. Ups ada pesan dari bapak kepala sekolah.
" Bu jangan lupa bayar pajak RPS" begitu isi pesan beliau
"Inggih, pak", jawabku singkat
"Besok akhir bulan November, batas akhir pembayaran pajak" lanjut pesan beliau
"Inggih, siap, pak", begitu balasanku.
Kutengok jam di tanganku jam 15.45, saya segera mandi dan bergegas persiapkan untuk melakukan pembayaran pajak. Kalau sore begini, harus ke Kantor Pos Besar, di tengah kota. Tak apalah..daripada besok, begitu kata hatiku.
Aku minta ditemani mantan pacarku, yang sekarang jadi bapak dari anak2 ku,
Sampai di Kantor Pos, saya segera ke loket yang kosong..setelah transaksi, mbak petugas sebutkan angka..empat belas juta .....,
'Hlo ..bukannya dua belas juta sekian, mbak?' aku kaget Karena hitungan total tadi dua belas juta sekian. Saya segera coba menghitung ulang..ternyata mbak petugas bener
.berarti aku masih belum teliti dalam menghitung. Hari ini..gagal aku bayar pajak, nanti akan aku cek lagi, begitu kata hatiku
Kami segera meninggalkan Kantor Pos dengan tidak membawa hasil. Oh ya, kami berencana untuk membeli printer. Sebuah pertokoan besar khusus ATK yang kami tuju. Kami menuju tempat display printer. Walaupun menerima penjelasan yang banyak dari mbak Putri, begitu nama sales di toko itu, kami masih galau. Ditengah kebingungan mau memilih printer, ada seorang salesman yang lewat. Dan ternyata dia adalah Tesar, siswaku 3 tahun yll.
"Oww, Bu Triana, ada yang bisa saya bantu, Bu?", Kata Tesar
" Ehmmm, saya mau beli printer, tapi bingung mau memilih", begitu aku jawab.  Tapi tiba2, dia bilang, "Bu, saya pingin berfoto dulu, bersedia kan, Bu? Katanya.
"Dengan senang hati", begitu kataku.
Segera aku dan Tesar mengambil posisi dan klik..klik..klik.
Setelah ada berapa informasi dari Tesar, akhirnya aku milih 1 printer. Alhamdulillah, begitu sopan dia melayani pengunjung, dalam hatiku ikut senang, melihat dia sudah sukses menjadi karyawan tetap. Yach kami diantar ke kasir untuk membayar, dan diperlihatkan cara operasikan printernya. Selesai mengerjakannya pengecekan printer, segera kami mohon pamit karena waktu sudah malam.

Ini ceritaku hari ini, mana ceritamu.

JALAN TERBAIK UNTUKMU



Hari ini, 6 Juli 2017, hari terakhir pendaftaran PPDB online. Tak ada rasa gundah sedikitpun manakala setiap waktu aku intip rangking sekolah yang nantinya anakku mau daftar, masih tidak ada perbedaan yang berarti dari kemarin. Aku optimis, "kamu pasti di terima, nak", gumamku

Jam 6.30 aku sudah siap mau berangkat kerja.
"Kakak, tolong nanti daftar online sendiri, ya. Ibu akan pantau dari sekolah", kataku kepada putri kecilku.
" Siap, Bu. Nanti kakak akan daftar", begitu jawabnya.
Beberapa menit kemudian, aku berangkat menyusuri jalan kampung yang biasa aku lewati menuju tempat kerjaku. Sepanjang perjalanan tak lupa aku selalu berdoa agar Allah limpahkan kemudahan untukku, dan keluargaku dalam segala hal.

Tak begitu banyak yang harus aku kerjakan di sekolah. Benahi laporan dan koordinasi bersama tim sukses PPDB yang hari ini harus dilakukan. Tiba-tiba handphonku berdering, Ternyata ada berita dari suami, kalau putri kecilku diterima di pilihan kedua, bukan pilihan pertama, aku panik, kenapa bisa terjadi seperti itu, padahal nilai putriku masih urutan atas, masih masuk pagu yang dibutuhkan di pilihan 1. Setelah aku cari tahu, aku pelajari, ternyata prosentase 5% masih berlaku untuk luar wilayah atau luar zona. Yach apa boleh buat, putriku harus menerima imbas peraturan PPDB baru.

Akhirnya aku pasrah, itu pasti yang terbaik untuk putriku. Ku coba untuk menenangkan putriku lewat telepon. Usai pekerjaan sekolah, aku segera bergegas pulang. Jam 15.30 aku sampai rumah, kulihat putri kecilku tidur, Alhamdulillah, semoga bisa menerima dengan lapang, doaku saat itu.
Beberapa waktu kemudian, saat aku berada di dapur, putri kecilku bangun.
"Kakak, selamat ya, sudah diterima di SMA", begitu kataku.
Namun apa yang terjadi, ia tidak mau memandangku, kulihat matanya sembab, jelas terlihat kalau sudah dari tadi ia menangis, tak ada suara yang keluar dari mulutnya, tak ada lagi senyum yang menghiasi bibir mungilnya, hatinya gundah, lidahnya kelu, tidak ada lagi keceriaan yang terpancar dari raut wajahnya. Aku berpikir, pasti ia belum bisa menerima apa yang terjadi saat ini, pasti ia kecewa. Aku terdiam..tak mungkin ku paksa untuk mengajaknya bicara.

Segera aku ambil hp ku. Aku tulis pesan ke putriku lewat BBM,
"Kakak, ibu minta maaf ya, mungkin ibu yang salah, tapi kakak harus yakin, bahwa ini adalah jalan terbaik yang Allah pilihkan untuk masa depan kakak. Okey, semoga kakak sukses, aamiin"

Alhasil, beberapa menit kemudian, putri kecilku keluar dari kamar, menyalamiku dan kuciumnya. Ku masih melihat sisa-sisa kesedihan di sinar matanya. Ku hampirinya, kulihat ia membuka laptop dan menunjukkan peringkat yang diterima di SMA.
"Ibu, ada Filla di SMA Tumpang".
"Alhamdulillah, ternyata ada teman lama kakak, ya. Ayo dicari lagi, siapa tahu ada yang lain".
" Ini, ada Emmas, Sakti, Yudhis, Benny, Nadhia, Yuvania, ada Maria.
Aku bersyukur, ternyata Allah telah mengirimkan teman-teman SD yang sekarang kembali berkumpul menjadi satu di SMA. Ada rasa bahagia yang aku rasakan. Aku berikan semangat untuk putriku, agar bisa menerima dengan ikhlas.

Alhamdulillah, akhirnya putriku bisa tersenyum. Terimakasih ya Allah, atas nikmat yang sudah Engkau kirimkan kepada keluarga kami, kami tahu, kami sadar, kami sering mendustakan nikmat yang sudah Engkau kirim, kali kadang banyak mengeluh dan lupa bersyukur. Kan kutata hidup kami, semoga senantiasa Engkau bimbing kami di jalan yang benar. Aamiin, ya robbal alamiin.
Aku yakin, jika Allah memberikan nikmat tidak sesuai dengan yang aku pinta, bukan berarti tidak sayang, tetapi Allah sudah punya rencana lain yang jauh lebih indah dari yang kami rencanakan. Terimakasih ya Allah. NikmatNya sungguh di luar batas kemampuan kami.


Hari ini ku post setelah 5 bulan tersimpan.
Ini ceritaku hari ini, mana ceritamu

Sabtu, 02 Desember 2017

Soal SPLDV

Alhamdulillah, lama sekali gak buka blog saya, hemm.. sampai2 hampir lupa bagaimana cara menulis di blog.

Kali ini saya mau membahas soal yang saya ambil dari soal UN 2015.

Pak Ali bekerja selama 6 hari dengan 4 hari diantaranya lembur mendapat upah Rp 74.000,00. Pak Bisri bekerja 5 hari dengan 2 hari diantaranya lembur dan mendapat upah Rp 55
.000,00. Pak Ali, pak Bisri dan pak Catur bekerja dengan aturan upah yang sama. Jika pak catur bekerja selama 4 hari dengan terus menerus lembur, maka upah yang diperolehnya adalah ....
A. Rp 36.000,00
B. Rp 46.000,00
C. Rp 56.000,00
D. Rp 60.000,00
E. Rp 70.000,00

Penyelesaian :
Misalkan banyak hari kerja = x dan banyak hari lembur = y, maka:
SPLDV dari permasalahan di atas adalah
6x+4y=74.000 --> 3x+2y= 37.000
5x+2y=55.000 --> 5x+2y= 55.000
                               --------------------- -
                              -2x      = -18.000
                                 x      = 9.000
 Substitusi x = 9.000, diperoleh
          3x + 2y = 37.000
3(9.000) + 2y = 37.000
    27.000 +2y = 37.000
                   2y = 37.000 - 27.000
                   2y = 10.000
                     y = 5.000
4x + 4y = 4(9.000) + 4(5.000)
              = 36.000 + 20.000
              = 56.000
Jadi upah yang diterima pak Catur adalah Rp 56.000,00  (C)

Semoga bermanfaat.
Terimakasih.