Pembahasan soal nilai optimum fungsi Trigonometri
Nilai maksimum dari
f(x)=3 sinx + 1/2 √3 cos2x
untuk 0≤x≤π/2 adalah ….
A. 1/4 √3
B. 3/4 √3
C. 7/4 √3
D. 5/4 √3
E. 9/4 √3
PENYELESAIAN:
Nilai maksimum diperoleh pada saaf f'(x)=0
f(x)=3 sinx+1/2√3 cos2x
f(x)=3 sinx+1/2√3(1- 2 sin² x)
f(x)=3 sinx+1/2√3-√3 sin² x
Sehingga turunannya adalah :
f'(x)=3 cosx+0-2√3 sinx cosx=0
3 cosx-2√3 sinx cosx=0
3 cosx = 2√3 sinx cosx
3/(2√3) = sinx cosx /cosx
sinx= 3/(2√3) .√3/√3= (3√3)/2.3=1/2√3
sinx=sin 60°
x=60°+k.360° atau x=(180°-60°)+k.360°
Untuk k=0,maka x=60° atau x=120°
Untuk x=60° maka f(x)=3 sinx+1/2√3 cos2x
f(60°)=3 sin 60°+1/2√3 cos 2.60°
=3(1/2√3)+1/2√3(-1/2)
=3/2√3-1/4√3
=5/4√3
Sehingga koordinat titiknya adalah (60°, 5/4√3)
Untuk x=120° maka f(x)=3 sinx+1/2√3 cos2x
f(120°)=3 sin 120°+1/2√3 cos 2.120°
=3(1/2√3)+1/2√3(-1/2)
=3/2√3-1/4√3
=5/4√3
Sehingga koordinat titiknya adalah (120°, 5/4√3)
Jadi nilai maksimum dari f(x)=3 sinx +1/2√3 cos2x adalah 5/4√3
SELAMAT BELAJAR
Sabtu, 22 Februari 2020
Jumat, 10 Agustus 2018
Wirausaha Sambil Belajar
Sekolah
Pencetak Wirausaha adalah program dari Kemdikbud untuk meningkatkan minat siswa untuk berwirausaha. Mengapa
harus berwirausaha? Karena sekecil apapun wirausaha kita, kitalah yan menjadi
Direkturnya. Selain itu, kita bisa menciptakan lapangan kerja untuk orang lain
sangat bermanfaat kan? Apalagi dimulai sejak kita masih sekolah, masih sebagai
siswa tetapi sudah menjadi direktur di perusahaan sendiri, sudah mempunyai
pendapatan sendiri, kereeeen kan?
SMK
Negeri 2 Singosari, kini mulai melebarkan sayapnya untuk menuju era
globalisasi. Berawal dari tugas Prakarya dan wirausaha akan menumbuhkan jiwa
wirausaha dalam diri siswa. Siswa mulai mencintai dunia baru yang selama ini
tidak pernah ia jalani. Sebagian siswa bahkan mampu membuat produk sendiri dan
ia pasarkan melalui berbagai cara. Ada yang langsung ditawarkan ke
teman-temannya, ada jua yang ditawarkan melalui blog mereka.
Untuk
memfasilitasi dunia baru wirausaha kecil ini, SMKN 2 Singosari mengadakan
koordinasi dan workshop Sekolah Pencetak Wirausaha, yang diselenggarakan
tanggal 8,9 dan 10 Agustus 2018.
Ternyata
banyak bakat terpendam yang siswa miliki, diantara mereka yang tergabung dalam
wirausaha kecil ini ada yang sudah mampu membuat antena. Adalah Yogi Dimas, siswa kelas 11 Mekatronika
yang sudah setiap hari bergelut dengan bisnis bersama orang tuanya. Ia sudah
memproduksi antenna yang tak kalah bersaing dengan antenna yang sudah
dipasarkan. Ada banyak lagi siswa yang sudah mampu memproduksi mulai dari
membuat kemasan sebuah produk makanan, menyablon kaos, mencetak foto, dan lain-lain.
Tentu semua itu pasti didukung oleh edua orang tuanya.
Semoga
SKN 2 Singosari mampu mencetak wirausaha-wirausaha handal yang berkualitas dan
mampu menjadi seorang entrepreneurship dengan menjunjung tinggi nilai ketaqwaan
dan kemanusiaan. Aamiin
![]() |
| Bapak KS SMKN 2 Singosari, Bapa Ahmad Maksum memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan. |
![]() |
| Sambutan, motivasi dan support bapak Kepala Dinas Propinsi Cabang kab Malang, Bapak Gunawan Wibisono |
![]() |
| Bapak Pengawas, bapak Kepala Dinas dan Bapak KS sedang meninjau arena pameran product wirausaha |
![]() |
| Berbincang dengan pembuat antena Yogi Dimas dan bapaknya |
![]() |
| Penjelasan tenytang antena yang sudah diproduksi |
![]() |
| Sedang berbincang dengan pembuat kemasan dan product wingko yang sudah bertaraf nasional. |
![]() |
| monggo pak Muji, wingkonya dicoba, enak kok. |
![]() |
| masih seputar antena |
![]() |
| Semoga SMKN 2 mampu mencipta anak2 yang berjiwa mandiri, menjunjung tinggi nilai ketaqwaan dan kemanusiaan. Aamiin |
![]() |
| Bapak Kadin sedang berbincang dengan anak2 yang kreatif |
![]() |
| Pemberian motivasi dari bapak Singgih Winoto |
![]() |
| Jangan ngantuk ya anak2, nanti ilmunta gak ada yang terserap |
![]() |
| Terimakasih, pak Singgih |
![]() |
| SMK BISA..SMK BISA.. SMK BISA.. SMK HEBAT |
![]() |
| monggo icip2 pak Singgih |
Minggu, 10 Juni 2018
DI UJUNG WAKTU
Suara-suara merdu yang kudengar kini
Senantiasa memanggil dan mengagungkan Illahi
Yang selalu kurindu sepanjang hari
Kini kan pergi tinggalkan diriku ini
Perjalananmu sudah hampir usai
Darimu aku dapat introspeksi diri
Sadar akan salah dan khilaf yang pernah aku jalani selama ini
Hari ini
Kulangkahkan kaki menyusuri hamparan luas
Dengan peluh yang menetes kian deras
Agar perjalanan religiku tak lagi kandas
Tinggal sejengkal lagi kau akan pergi
Sementara diriku masih harus banyak mawas diri
Aku yakin, ku kan merindumu setiap hari
Ku kan selalu menunggumu di penghujung hari
Agar kesabaranku terlatih dan senantiasa mandiri
Tuk meraih ridloMu, wahai yang Maha Suci
Ya Allah
Jangan jadikan Ramadan ini, sebagai Ramadan terakhirku
Seandainya engkau berkehendak sebaliknya
Jadikanlah amalan ramadanku
Sebagai amalan yang Engkau rahmati
Bukan yang percuma dan sia-sia.
Aamiin
Malang, 100618
Senantiasa memanggil dan mengagungkan Illahi
Yang selalu kurindu sepanjang hari
Kini kan pergi tinggalkan diriku ini
Perjalananmu sudah hampir usai
Darimu aku dapat introspeksi diri
Sadar akan salah dan khilaf yang pernah aku jalani selama ini
Hari ini
Kulangkahkan kaki menyusuri hamparan luas
Dengan peluh yang menetes kian deras
Agar perjalanan religiku tak lagi kandas
Tinggal sejengkal lagi kau akan pergi
Sementara diriku masih harus banyak mawas diri
Aku yakin, ku kan merindumu setiap hari
Ku kan selalu menunggumu di penghujung hari
Agar kesabaranku terlatih dan senantiasa mandiri
Tuk meraih ridloMu, wahai yang Maha Suci
Ya Allah
Jangan jadikan Ramadan ini, sebagai Ramadan terakhirku
Seandainya engkau berkehendak sebaliknya
Jadikanlah amalan ramadanku
Sebagai amalan yang Engkau rahmati
Bukan yang percuma dan sia-sia.
Aamiin
Malang, 100618
Selasa, 05 Juni 2018
RAMADANKU
Ketika adzan subuh berkumandang
Mulailah aku menahan diri
Terhadap apapun yang Allah larang
Tuk selalu lakukan perintah yang hakiki
Ramadan bulan yang suci
Kedatanganmu selalu kunanti
Tuk lipat gandakan pahala
Lakukan ibadah dengan sepenuh jiwa raga
Untuk bekal kelak meraih keindahan surga
Ya Allah yang Maha Bijaksana
Aku sadar, aku belum mampu lakukan ibadah dengan sempurna
Kadang mulutku, tak bisa menahan ucapan dan kata-kata
Kadang mataku, masih suka melihat fenomena yang sebetulnya tak pantas kubuka
Tak hanya itu..
Telingakupun masih suka mendengarkan suara-suara yang kurang berguna
Ku ingin hapuskan semua noda dan dosa
Ku ingin buang semua egois yang menyesakkan dada
Ku ingin Kau basuh khilafku di bulan mulia
Hingga aku mampu, menyusuri putaran waktu dengan sempurna
Semoga Ramadhan ini
Mampu mentransformasi perilaku diri
Hingga mampu lakukan instropeksi
Tuk senantiasa harapkan ridho Illahi
Untuk bekalku nanti
Dalam menapaki perjalanan panjang ini
Aamiin
Malang, 220518
Minggu, 01 April 2018
BUKAN ILUSI
Malam ini,
Saat gerimis nyaris tak henti
Kenangan indah, tak kan pernah kuingkari
Terpatri rapi dalam hati sanubari
Walau gelombang slalu menghadangku
Tak kan mampu pisahkanku dengan dirimu
Wahai kekasih hatiku
Janganlah engkau ragu
Cintaku suci, tak kan pernah terbagi
Hanya untuk kamu, tak ada yang lain lagi
Hanya satu keinginanku
Bersama, berdua arungi samudra biru
Kita berikrar dan berjanji
Laksana sebuah fungsi yang berkorespondensi
Merajut harap tuk ciptakan harmoni
Bersama syair melodi cinta sejati
Jumat, 23 Maret 2018
KARYAKU
Jum'at, 23 Maret 2018 saya mendapat pesan melalui telegram dari teman anggota MN untuk membuatkan sebuah puisi yang akan dibacakan saat acara perpisahan Bapak KS esok harinya. Lama sudah aku tak menulis, kembali aku peras kemampuanku untuk merangkai kalimat. Tak mulus aku menulis, sesekali aku delete kalimat yang tak puitis, dan aku ganti dengan kalimat baru yang menurutku lebih menghipnotis. Baris demi baris aku selesaikan..hingga menjadi sebait. Tetap aku biarkan jemari tanganku menambah rangkaian bait² puisi hingga terciptalah satu puisi.
Alhamdulillah, hampir dini hari puisi itu selesai
AKHIRNYA PISAHKAN KAMI
Tiada terasa waktu begitu cepat kita jalani
Melintas menyusuri lukisan geometri
Tanpa kami sadari
Sampai jualah di pengunjung hari
Nostalgia indah, hiasi perjalanan kami
Bagai mimpi yang tak kan mungkin tercipta lagi
Ketika air mata kami tak lagi terurai
Bukan berarti kami ikhlas dan senang hati
Namun,
Tak bisa bohongi.. bahwa di lubuk hati kami
Sesungguhnya, ada Isak tangis yang tertahan
Sesakkan dada kami, hingga tak ada kata yang mampu kami ucapkan
Kami harus pahami
Bahwa di dunia ini tak ada yang abadi
Kau limpahkan cinta suci, yang tak pernah bisa terbagi
Kau persembahkan kasih tulus, yang tak kan pernah minus
Kau ajarkan kami, tuk merefleksi diri
Kau teladani tuk mendilatasi kebaikan pribadi kami
Ibarat sebuah perjalanan
Satu persatu langkah pasti kan kita lanjutkan
Tuk gapai asa dan harapan
Agar tercapai titik puncak kesuksesan
Selamat berpisah bapak tercinta
Selamat mengabdi di jalan yang berbeda
Doa kami senantiasa mengiringi setiap perjuangan Bapak
Kami juga mohon doa, untuk keberhasilan pendidikan kita
Semoga..
Waktu tak kan membuat kita lupa
Bahwa kita pernah menjadi sebuah keluarga
Bahwa kita pernah punya cerita
Bersama-sama membesarkan sekolah kita tercinta
Bersama-sama mencetak, lahirkan generasi penerus bangsa
Malang, 23 Maret 2018
Alhamdulillah, hampir dini hari puisi itu selesai
AKHIRNYA PISAHKAN KAMI
Tiada terasa waktu begitu cepat kita jalani
Melintas menyusuri lukisan geometri
Tanpa kami sadari
Sampai jualah di pengunjung hari
Nostalgia indah, hiasi perjalanan kami
Bagai mimpi yang tak kan mungkin tercipta lagi
Ketika air mata kami tak lagi terurai
Bukan berarti kami ikhlas dan senang hati
Namun,
Tak bisa bohongi.. bahwa di lubuk hati kami
Sesungguhnya, ada Isak tangis yang tertahan
Sesakkan dada kami, hingga tak ada kata yang mampu kami ucapkan
Kami harus pahami
Bahwa di dunia ini tak ada yang abadi
Kau limpahkan cinta suci, yang tak pernah bisa terbagi
Kau persembahkan kasih tulus, yang tak kan pernah minus
Kau ajarkan kami, tuk merefleksi diri
Kau teladani tuk mendilatasi kebaikan pribadi kami
Ibarat sebuah perjalanan
Satu persatu langkah pasti kan kita lanjutkan
Tuk gapai asa dan harapan
Agar tercapai titik puncak kesuksesan
Selamat berpisah bapak tercinta
Selamat mengabdi di jalan yang berbeda
Doa kami senantiasa mengiringi setiap perjuangan Bapak
Kami juga mohon doa, untuk keberhasilan pendidikan kita
Semoga..
Waktu tak kan membuat kita lupa
Bahwa kita pernah menjadi sebuah keluarga
Bahwa kita pernah punya cerita
Bersama-sama membesarkan sekolah kita tercinta
Bersama-sama mencetak, lahirkan generasi penerus bangsa
Malang, 23 Maret 2018
Minggu, 03 Desember 2017
AKTIFITASKU
Hari ini banyak sekali yang aku harus selesaikan di sekolah. Sebagai panitia PAS, saya berupaya untuk datang lebih pagi dari pengawas. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Di sela2 waktu luang ku kugunakan untuk mengisi form evaluasi pemanfaatan Dana BOS, karena besok pagi ada MoNev dari propinsi. Jam 14.30 saya dan team selesai mengisi form.persis seperti anak ujian, ada 111 pertanyaan yang harus dijawab.
Selesai berbenah, aku segera pulang, aku terjang derasnya hujan, sambil sesekali kukurangi speed motorku. Sampai di rumah kubuka HP ku. Ups ada pesan dari bapak kepala sekolah.
" Bu jangan lupa bayar pajak RPS" begitu isi pesan beliau
"Inggih, pak", jawabku singkat
"Besok akhir bulan November, batas akhir pembayaran pajak" lanjut pesan beliau
"Inggih, siap, pak", begitu balasanku.
Kutengok jam di tanganku jam 15.45, saya segera mandi dan bergegas persiapkan untuk melakukan pembayaran pajak. Kalau sore begini, harus ke Kantor Pos Besar, di tengah kota. Tak apalah..daripada besok, begitu kata hatiku.
Aku minta ditemani mantan pacarku, yang sekarang jadi bapak dari anak2 ku,
Sampai di Kantor Pos, saya segera ke loket yang kosong..setelah transaksi, mbak petugas sebutkan angka..empat belas juta .....,
'Hlo ..bukannya dua belas juta sekian, mbak?' aku kaget Karena hitungan total tadi dua belas juta sekian. Saya segera coba menghitung ulang..ternyata mbak petugas bener
.berarti aku masih belum teliti dalam menghitung. Hari ini..gagal aku bayar pajak, nanti akan aku cek lagi, begitu kata hatiku
Kami segera meninggalkan Kantor Pos dengan tidak membawa hasil. Oh ya, kami berencana untuk membeli printer. Sebuah pertokoan besar khusus ATK yang kami tuju. Kami menuju tempat display printer. Walaupun menerima penjelasan yang banyak dari mbak Putri, begitu nama sales di toko itu, kami masih galau. Ditengah kebingungan mau memilih printer, ada seorang salesman yang lewat. Dan ternyata dia adalah Tesar, siswaku 3 tahun yll.
"Oww, Bu Triana, ada yang bisa saya bantu, Bu?", Kata Tesar
" Ehmmm, saya mau beli printer, tapi bingung mau memilih", begitu aku jawab. Tapi tiba2, dia bilang, "Bu, saya pingin berfoto dulu, bersedia kan, Bu? Katanya.
"Dengan senang hati", begitu kataku.
Segera aku dan Tesar mengambil posisi dan klik..klik..klik.
Setelah ada berapa informasi dari Tesar, akhirnya aku milih 1 printer. Alhamdulillah, begitu sopan dia melayani pengunjung, dalam hatiku ikut senang, melihat dia sudah sukses menjadi karyawan tetap. Yach kami diantar ke kasir untuk membayar, dan diperlihatkan cara operasikan printernya. Selesai mengerjakannya pengecekan printer, segera kami mohon pamit karena waktu sudah malam.
Ini ceritaku hari ini, mana ceritamu.
Langganan:
Postingan (Atom)

















