Di pengujung tahun, tepatnya 30 Desember 2011, terminal baru di kawasan
bandara Abdul Rahman Saleh mulai diujicobakan. Warga yang bepergian melalui
Bandara Abdul Rahman Saleh kini merasa lega karena dengan dibangunnya terminal
khusus penerbangan sipil ini, para pengguna jasa dan pengantar tak perlu lagi
melewati ketatnya penjagaan personil TNI AU.
Dari Jalan Raya Abdul
Rahman Saleh, Pakis, penumpang bisa langsung belok kanan melewati gerbang besar
yang bertuliskan “ BANDAR UDARA
ABDULRACHMAN SALEH”. Dengan melewati jalan dua jalur sepanjang 1,5 km tibalah di terminal. Dengan adanya terminal baru ini, pengguna
kendaraan tak lagi dicegat oleh personel TNI dan tak perlu lagi meninggalkan
KTP, tetapi cukup menerima kartu dan membayar parkir di area yang telah
ditentukan.
Area parkir yang
relative cukup luas, terbagi menjadi beberapa blok, yakni khusus sepeda motor, kendaraan roda empat,
petugas dan operator serta parkir khusus taxi. Kendaraan pengantarpun bisa
langsung menurunkan penumpang persis di depan terminal penumpang dan langsung bisa
mengarah ke tempat bagasi, kemudian masuk ke ruang tunggu penumpang.
Udara segar dirasakan
penumpang di bandara baru yang masih dikelilingi sawah dan lahan tebu,
menjadikan pemandangan yang sangat indah. Di hari pertama ujicoba bandara baru
ini, terlihat kendaraan pribadi, taxi, kendaraan hotel, bus pariwisata maupun
sepeda motor terlihat sangat enjoy.
Di terminal baru tersebut loket boarding sudah
dipisahkan antara maskapai satu dengan yang lainnya. Loket pembayaran airport
tax disediakan secara khusus. Ruangan pengangkutan bagasi lebih teratur. Ruang
tunggu keberangkatan dilengkapi dengan kursi penumpang yang berkapasitas 250
orang, tersedia juga ruang khusus untuk perokok.
Di bandara Abdul
Rahman Saleh terdapat tujuh penerbangan yang terdiri dari rute Malang – Jakarta
sebanyak enam penerbangan yang terdiri dari Maskapai Sriwijaya
Air tiga penerbangan, Maskapai Garuda Indonesia dua penerbangan,
Maskapai Batavia satu penerbangan dan satu penerbangan rute Malang – Bali
dengan Maskapai Wing Air.
Bandara Abdulrachman
Saleh dulu dan sekarang :
Dulu
- · Penjagaan dilakukan oleh personil TNI AU
- · Penjemput atau calon penumpang harus meninggalkan KTP di gerbang pertama dan dicek di gerbang kedua
- · Parkir kendaraan pengantar atau penjemput sempit
- · Ruang tunggu sempit dan panas
- · Boarding harus antre panjang, Karena loket dipakai gentian oleh empat maskapai
- · Terminal keberangkatan dan kedatangan menjadi satu
Sekarang
- · Jalan menuju terminal baru, tak lagi melalui kawasan militer
- · Penjemput atau calon penumpang tak lagi meninggalkan KTP
- · Parkir kendaraan lebih luas dan terbagi menjadi beberapa blok
- · Ruang tunggu luas, berkapasitas 250 penumpang
- · Boarding tak lagi antre panjang karena loket empat maskapai terpisah
- · Terminal keberangkatan dan kedatangan terpisah ( masih direncanakan)
SILAKAN MENGUNJUNGI BANDARA ABDULRACHMAN SALEH